Minggu, 29 Juli 2012

Mengenal Matahari

 

Matahari merupakan salah satu bintang terdekat yang berada di alam semesta dan merupakan pusat dari Tata surya kita. Letak nya yang berjarak 149 juta kilometer dari bumi membuat panas dan cahayanya sangat mendukung dan berguna bagi kehidupan. Tumbuhan membutuhkan cahaya nya setiap hari untuk berfotosintesis, manusia mengubah cahaya nya menjadi sumber energi listrik dan menggunakan panas nya sebagai salah satu cara menjemur pakaian. Di bumi tempat kita tinggal matahari berwarna seperti ke kuning-kuningan padahal sebenarnya warna dari matahari adalah putih. Hal ini terjadi akibat hamburan atmosfer dari cahaya biru. Akan sangat tampak bila kita melihat nya secara sekilas, matahari di pagi hari dan sore hari warnanya sangat berbeda dengan matahari pada siang hari.


Dalam klasifikasi bintang kelas spectral, Matahari merupakan bintang kelas G2V. G2 mengindikasikan permukaan matahari diperkirakan sekitar 9.941° Fahrenheit atau sekitar 5.505° Celcius. V adalah angka romawi yang mengidentifikasikan matahari seperti bintang lainnya, ia menghasilkan energi dari hasil fusi nuklir inti hidrogen dengan inti helium dan pada Inti matahari, matahari mem-fusikan hidrogen dari 430 hingga 600 juta ton per detik nya.
Dengan massa matahari yang kini mencapai 2 x 10^33 gram, Matahari dalam setiap detiknya kehilangan 4 juta ton dari massa nya yang diubah menjadi energi. Kini matahari sudah berusia 5 milyar tahun. Sebagaimana teori evolusi bintang disebutkan, usia ini setara dengan setengah dari perjalanan total kehidupan matahari. Diperkirakan dalam 5 milyar tahun mendatang bintang paling dekat dengan bumi ini akan mulai berubah menjadi bintang raksasa merah dan akan kehilangan bahan bakarnya hingga akhirnya berubah menjadi supernova dan terbentuk planetari nebula.

Permukaan matahari tidak sepenuh nya rata, permukaan matahari senantiasa berubah-ubah disetiap waktunya. Permukaan nya yang kasar biasanya disebut dengan granula matahari. Setiap granula mempunyai lebar sekitar 600 Mil atau 1.000 Km. Granula matahari adalah hasil dari udara yang muncul dari interior matahari yang menyebar setelah mencapai permukaan. Kita dapat mengamatipermukaannya menggunakan Teleskop Matahari.

Granula dan sunspot pada Matahari Credit: Swedish 1-m Solar Telescope (SST) 

Fenomena yang sering terjadi pada permukaan matahari adalah sunspot atau bintik matahari. Sunspot terlihat seperti bintik kecil pada permukan matahari. Sunspot terjadi pada lapisan fotosfer matahari akibat aktifitas medan magnet dan membentuk sebuah permukaan dengan perbedaan temperatur dari temperatur lingkungan sekitarnya sehingga tampak gelap. Bila kita lihat menggunakan teleskop matahri, Sunspot akan nampak seperti tekanan dan berbentuk seperti sebuah piring. Lebar nya dapat mencapai hingga 50.000 mil atau sekitar 80.500 km. Letak sunspot selalu berubah-ubah tergantung dari aktifitas si matahari sehingga fenomena sunspot tidak dapat kita pastikan secara tepat dimana letak nya. Wahana langit luar angkasa SOHO Observatory diluncurkan pada bulan Desember 1995 oleh NASA dan ESA guna mengamati fenomena-fenomena matahari dimana pada pesawat ini terdapat 12 instrumen yang secara terus menerus memonitor permukaan matahari, angin matahari(Solar Wind) dan korona. Untuk mengamatinya, kita juga dapat menggunakan binocular yang sudah dilengkapi dengan filter matahari sehingga aman untuk mata.

Sunspot pada matahari diambil oleh Satelit SOHO.

Angin matahari merupakan fenomena yang selalu terjadi pada setiap tahun dibumi hanya saja besar tidak nya tergantung dari aktifitas matahari. Solar wind adalah aliran partikel yang dikeluarkan dari atmosfer matahari teratas yang sebagian besar terdiri atas elektron dan proton dengan energi 10 dan 100 kilo elektron volt(keV). Aliran partikel ini senantiasa berubah-ubah berdasarkan suhu dan kecepatan nya setiap waktu. Partikel dapat lepas dari gravitasi matahari karena energi kinetik nya yang tinggi dan suhu tinggi dari korona. Angin matahari membuat heliosfer, sebuah gelembung luas di medium antar bintang yang mengelilingi tata surya. Fenomena lain aki bat angin matahari adalah badai geomagnetik yang dapat melumpuhkan jaringan listrik di bumi(dalam sekala besar), aurora (borealis dan australis) dan ekor komet yang senantiasa menjauhi matahari.
Kata korona diambil dari bahasa latin “corona” yang berarti mahkota. Korona dapat kita lihat saat terjadi gerhana matahari total atau dengan menggunakan koronagraf. Korona adalah bagian terluar dari atmosfer matahari. Tinggi nya suhu pada korona memberikan fitur yang luar biasa. cahaya korona terdiri dari tiga sumber utama yaitu K-korona (kontinuierlich/continuous) diciptakan oleh sinar matahari yang menghamburan elektron bebas, F-korona(Fraunhofer) diciptakan dari sinar matahari yang memantulkan partikel debu dan E-korona(emission) akibat garis emisi spektral yang diciptakan ole ion yang ada pada plasma koronal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan Komentar dengan kata-kata yang Sopan